Potensi Sumberdaya Perikanan

Sumber daya perikanan dapat dipandang sebagai suatu komponen
dari ekosistem perikanan berperan sebagai faktor produksi yang
diperlukan untuk menghasilkan suatu output yang bernilai ekonomi masa
kini maupun masa mendatang. Disisi lain, sumber daya perikanan
bersifat dinamis, baik dengan ataupun tanpa intervensi manusia. Sebagai
ilustrasi, pada sumber daya perikanan tangkap, secara sederhana
dinamika stok ikan ditunjukkan oleh keseimbangan yang disebabkan oleh
pertumbuhan stok, baik sebagai akibat dari pertumbuhan individu
(individu growth) maupun oleh perkembangbiakan (recruitment) stok itu
sendiri. Dengan keterbatasan daya dukung lingkungan sumber daya di
suatu lokasi, maka stok ikan akan mengalami pengurangan sebagai akibat
dari kematian alami (natural mortality) sampai keseimbangan stok ikan
sesuai daya dukung tercapai. Adanya intervensi manusia dalam bentuk
aktivitas penangkapan pada hakekatnya adalah memanfaatkan ‘bagian’
dari kematian alami, dengan catatan bahwa aktivitas penangkapan yang
dilakukan dapat di’kendali’kan sampai batas kemampuan pemulihan stok
ikan secara alami. Potensi sumber daya kelautan dan perikanan sangat bermanfaat tidak hanya bagi manusia sendiri, tetapi juga bagi kelangsungan sistem ekologi bumi. Kegiatan-kegiatan manusia yang dilakukan jauh dari laut pun dapat memengaruhi keseim- bangan ekosistem laut. Polutan-polutan yang dihasilkan dalam proses kegiatan manusia telah menyebabkan berubahnya komposisi lapisan udara dan mempengaruhi suhu permukaan laut. Penting sekali menjaga kelestarian sistem ekologi dengan lebih mengendalikan eksploitasi sumber daya dan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan pada setiap kegiatan manusia.

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 75% wilayahnya berupa perairan laut dengan panjang pantai mencapai 81.000 Km dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) seluas 5.800.000 Km2. Dengan demikian, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, maka luas perairan Indonesia merupakan terbesar kedua setelah Amerika Serikat (Sipuk, 2004). Potensi perikanan nasional hingga tahun 2007 berkisar 6,4 juta ton, 70% di antaranya berasal dari perikanan tangkap (Kompas 28/03/2008). Dari jumlah itu, konsumsi domestik perikanan lebih dari 4,6 juta ton per tahun sedangkan ekspor 1,2 juta ton per tahun. Padahal, stok perikanan yang boleh dimanfaatkan setiap tahun hanya 80% dari total stok untuk keberlanjutan sumber daya perikanan. Dengan kondisi itu, Indonesia telah mengalami penangkapan berlebihan (overfishing). Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) memperkirakan Indonesia akan memasuki krisis ikan pada tahun 2015, jika tidak diupayakan penyelamatan ekosistem.